Relay

RelayRelay adalah saklar elektromagnetik yang dikendalikan oleh tegangan listrik DC melalui koil (kumparan) pada relay tersebut. Pada relay terdapat 4 bagian, yaitu koil ( kumparan), Common saklar (C), Pegas (Spring), dan Kontak yang terdiri dari posisi NC (Normally Close) dan NO(Normally Open).

Prinsip Kerja Relay

Prinsip Kerja Relay
Sumber : wikipedia

Pada umumnya prinsip kerja dari relay adalah apabila tegangan DC dialirkan pada kumparan (koil) tuas pada saklar akan tertarik oleh gaya medan magnet yang di akibatkan oleh kumparan tadi sehingga Kontak common (c) yang awalnya NO (Normally Open) bergerak menjadi NC (Normally Close) dan sebaliknya yang awalnya Kontak NC (Normally Close) menjadi NO (Normally Open) dan apabila tegangan diputuskan maka gaya medan magnet yang ada pada kumparan menjadi hilang dan menyebabkan tuas kembali posisi awal di karenakan tertarik oleh Pegas.

Catatan :

tipe Normally Close atau NC yaitu saklar yang kondisi awalnya sebelum diaktifkan akan berada pada posisi terhubung atau menutup (close).
tipe Normally Open atau NO yaitu saklar yang kondisi awalnya sebelum diaktifkan akan berada pada posisi terputus atau terbuka (open).

Fungsi Relay

Relay pada rangkaian elektronika pada umumnya memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan keperluan relay tersebut, berikut adalah fungsi dari relay pada rangkaian:

  1. Relay sebagai pengendali jalur tegangan AC listrik tinggi dengan menggunakan tegangan rendah untuk mengontrolnya. contohnya mengendalikan Motor Listrik AC, Menyalakan Lampu Otomatis dan juga sebagai pengendali barang elektronik lainnya.
  2. Relay sebagai pemutus tegangan (Safety) apabila ada rangkaian yang abnormal ataupun untuk sekedar maintenance komponen. Contohnya pemutus tegangan pada saat motor listrik overload ataupun kepanasan(ini biasa menggunakan sistem rangkaian dengan sensor tambahan seperti sensor suhu yang memantau motor listrik, dan apabila suhu pada motor listrik diatas batas normal maka sensor memerintahkan relay untuk memutus sementara tegangan pada motor listrik tersebut).
  3. Relay sebagai fungsi logika AND, OR, NOT dan lainnya. contohnya jika ingin menggunakan fungsi OR kita memakai 2 relay dengan menghubungkan relay normal kontak terbuka (NO) secara seri.
  4. Relay sebagai tunda waktu, fungsi ini hanya ada pada jenis relay tertentu yang sudah memiliki ekstension sistem delay pada komponennya, ini biasa digunakan apabila ingin memutuskan atau menyambung jalur dengan waktu tertentu.

Simbol Relay

Simbol umum Relay

simbol relay

Simbol Relay SPST (Single Pole Single Throw)

Relay SPST

Relay ini memiliki empat terminal yaitu, dua terminal kumparan atau koil dan dua terminal saklar (A dan B) yang dapat terhubung dan terputus.

Simbol Relay SPDT (Single Pole Double Throw)

Relay SPDT

Relay ini memiliki lima terminal, yaitu dua terminal kumparan atau koil dan tiga terminal saklar (A,B, dan C) yang dapat terhubung dan terputus dengan satu terminal pusat.

Simbol Relay DPST (Double Pole Single Throw)

Relay DPST

Relay ini mempunyai enam terminal, yaitu dua terminal kumparan atau koil dan empat terminal, merupakan dua pasang saklar yang dapat terhubung dan terputus (A1 dan B1 serta A2 dan B2).

Simbol Relay DPDT (Double Pole Double Throw)

Relay ini mempunyai delapan terminal, yaitu dua terminal kumparan atau koil, enam terminal merupakan dua set saklar yang dapat terputus dan terhubung (A1,B1,C1 dan A2, B2, C2).

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih jenis relay

  • Jumlah dan jenis kontak (NO, NC, C)
  • Batas maksimal tegangan (V) dan arus (Ampere).
  • Tegangan (Volt) pada coil
  • Cara pemasangan (soket, rel dll)
  • Waktu switching (Latency Time)

Di mana anda dapat menemukan komponen relay

  • Mesin TV tabung
  • Pompa air otomatis
  • Klakson kendaraan
  • rangkaian aki pada mobil
  • control box remote ir pada mobil
  • project arduino pengendali jarak jauh
  • kulkas
  • sistem starting motor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *